PPS atau OSPEK adalah kewajiban bagi MaBa di kampus manapun terutama kamus Gizi POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG
Jurusan Gizi Palembang adalah Jurusan dengan senioritas yang cukup tinggi, meskipun tidak memakai sistem asrama. Pasal 1: Senior tidak pernah salah, pasal 2: apabila senior melakukan kesalahan kembali ke pasal 1. Hal itu akan dianggap egoi oleh para MaBa, tapi tentu tidak bagi para senior.
Pada postingan kali ini, saya akan membahas mengenai PPS di Poltekkes Kemenkes Palembang pada zaman saya (2011). Di mana pada zaman saya perploncoan masih ada dan lebih terasa dibanding tahun di bawah saya (2012), perbedaan itu amat sangat kentara.
PPS merupakan singkatan dari Pengenalan Program Studi, yang diperuntukkan bagi Mahasiswa Baru (MaBa). PPS merupakan hal yang WAJIB diikuti, sekali lagi saya ulangi WAJIB untuk diikuti dan bagi yang tidak mengikuti diWAJIBkan untuk mengulang pada tahun depan, meskipun alasan ketidakhadiran di PPS diakibatkan sakit, hal ini saya alami sendiri dan saya akhirnya ikut rombongan MaBa 2012 PPS.
PPS, mempunyai makna penting dalam mempersiapkan MaBa sedini mungkin terhadap kehidupan kampus sebagai prakondisi yang sangat menunjang keberhasilan prose belajar di lingkungan barunya.
PPS sendiri mempunyai dasar hukum sebagai berikut :
- UU No. 23 tahun 1992 tentang pokok-pokok kesehatan.
- PP No. 30 tahun 1990 tentang pendidikan tinggi
- PP No. 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan
- Keppres No. 34 tahun 1972 tentang wewenang pembinaan pendidikan dan latihan
- Keputusan Mendikbud No. 0125/V/1979 tentang penertibanupacara penerimaan mahasiswa baru dalam rangka Pengenalan Program Studi
Selain itu, tak dapat kita pungkiri bahwa di Negara kita didikan yang keraslah yang membuat orang-orang menjadi terpacu (mungkin saja akibat mental sering dijajah).
Oke langsung saja, PPS di Poltekkes Palembang dimulai beberapa hari sebelum hari H dengan sebuah pengarahan sebelum kegiatan dilaksanakan. Dalam pertemuan ini, disampaikan apa-apa saja perlengkapan yang akan dibawa dan rincian waktu pelaksanaan PPS di Direktorat maupun di Jurusan masing-masing.
Untuk GIZI angkatan 2011, kami tidak hanya melaksanakan kewajiban PPS, tetapi juga harus mengemban kewajiban melaksanakan Pra-PPS dan untungnya tidak ada Pasca PPS.
Pra-PPS dilaksanakan 3 hari (gue hanya datang hari pertama, nge-down bro, masa' gue dikerjain cewe') namun sudah banyak penderitaan yang saya rasakan, mulai dari dateng pagi-pagi banget!, jalan jongkok, senam ibu hamil (ni nyiksa banget sumpahh!), dan masih banyak banget...nget..nget...nget!
Tugas yang dikerjain untuk Pra-PPS ni lumayan banyak beli ini itu, bawa hono-hini, wah ribet banget, sampe besok harinya gue mutusin gak dateng Pra, dari rumah emang gue siap-siap belagak mau pergi ke kampus, tapi gue milih untuk main ke tempat temen gue (numpang tidur), dikarenakan gue beneran kagak bisa tidur semalaman suntuk akibat tugas yang banyaknya minta ampun.
Oya, kejadian yang paling gue inget ketika ikut Pra adalah dimana kita (gue ama temen-temen lain) disuruh buat Hormat sama Kakak JENDRAL, yaitu senior yang udah lulus dan di wisuda. Sumpah ngeselin banget, dalam keadaan suasana hati yang menahan emosi dan tangis dalam hati disuruh Hormat ala banci centil, iyeee sumpah ! berjalan layaknya model di atas catwalk dan melambai kayak banci!
Masih banyak kejadian yang menjengkelkan lain dan membuat gue mutusin gak dateng pra buat hari berikutnya.
Setelah Pra selesai, beberapa minggu setelahnya dilaksanakan PPS, dimulai dari Direktorat. PPS di Direktorat, dimulai dengan Pembukaan, di direktorat gak terlalu menyiksa dan lebih banyak materi, sampai akhirnya ada kejadian ketika semua anak cowok dipanggil, lalu dibawa ke sebuah ruangan, ngapain ? kita disuruh push-up (masih wajar) karna yang disuruh semuanya laki (gak tau juga pada tulen semua apa gak), tapi yang gak wajar adalah ketika disuruh cium lantai sembari push-up tersebut (what!). Katanya sih itu tradisi turun temurun, yaudah mau gimana lagi. Hari-hari PPS di Direktorat gue jalanin dengan baik, hingga selesai. PPS Jurusan gue gak dateng dikarenakan gue sakit, hal ini pulalah yang menyebabkan gue harus ngulang PPS pada tahun berikutnya, otomatis barengan MaBa pada tahun itu.
PPS gue pada tahun 2012 dengan MaBa baru gak terlalu nyusahin karena gue udah banyak tahu apa-apa aja yang mau dibawa dan juga temen-temen angkatan gue yang notabene panitia PPS yang bakal ngasih PPS gue berbaik hati membantu meringankan beban gue (makasih buat semua temen-temen Gizi Palembang 2011 :) )
Oya gue lupa, temen-temen gue di Jurusan Gizi yang cowoknya cuma 3 saat PPS, ada Alhadi Aprizani si jangkung berasal dari Palembang dan Riky Dermawan yang lebih banyak diemnya dari Prabumulih serta satu lagi Agustiawan yang kebalikan dari Riky ribut mulu, asalnya dari Bangka. Agus cuma bertahan satu semester diakibatkan ada ketidakpuasan dirinya dengan kampus ini dan memilih untuk berhenti dan mencari kuliah di tempat lain.
Sekian aja cerita-cerita mengenai PPS yang gue jalani, semoga bermanfaat :)